
Lima pertanyaan yang hampir pasti keluar saat wawancara Guru, dan apa yang sebenarnya sedang diukur di balik tiap pertanyaannya.
Wawancara untuk posisi Guru hampir selalu berisi pertanyaan yang sama, dan hampir semuanya punya maksud yang tidak terlihat dari kalimatnya. Berikut lima yang paling sering muncul, beserta apa yang sebenarnya sedang diukur.
Menghafal jawaban tidak menolong. Yang menolong adalah mengerti apa yang dicari pewawancara, lalu menjawab dengan keadaan Anda sendiri.
Lima pertanyaan yang hampir pasti keluar
1. "Bagaimana Anda menangani murid yang mengganggu kelas?"
Yang dicari: menegur tanpa mempermalukan, dan punya cara selain mengusir keluar.
2. "Kalau satu murid tidak paham setelah dijelaskan dua kali, apa yang Anda lakukan?"
Jawaban yang dicari: mengganti cara menjelaskan, bukan mengulang dengan kalimat yang sama.
3. "Punya sertifikat pendidik?"
Sebagian sekolah mensyaratkannya, sebagian tidak. Tanyakan balik kalau belum punya.
4. "Bersedia membina kegiatan di luar jam mengajar?"
Banyak sekolah swasta menghitung ini sebagai bagian tugas.
5. "Bagaimana Anda berkomunikasi dengan orang tua murid yang menuntut?"
Kemampuan ini sama pentingnya dengan kemampuan mengajar.
Yang Anda tanyakan balik
Wawancara berjalan dua arah, dan pelamar yang tidak bertanya apa-apa sering dianggap kurang serius. Tiga pertanyaan ini aman dan berguna:
- "Sehari-hari pekerjaannya seperti apa?" Jawabannya sering berbeda dari iklan lowongannya.
- "Statusnya kontrak atau tetap, dan berapa lama?" Ini menentukan hak Anda kalau tidak dilanjutkan.
- "Kapan saya bisa tahu hasilnya?" Supaya Anda tidak menunggu tanpa kepastian.
Sebelum berangkat
- Datang 15 menit lebih awal, bukan tepat waktu.
- Bawa berkas cetak walaupun sudah mengirim lewat email.
- Simpan nomor yang menghubungi Anda, dan konfirmasi sehari sebelumnya.
Latih dulu jawaban Anda lewat latihan wawancara Lokerin: 56 pertanyaan beserta cara menjawabnya, gratis dan bisa diunduh jadi PDF.
Kalau wawancaranya terasa janggal
Perusahaan yang benar tidak pernah meminta uang saat wawancara, dengan alasan apa pun: seragam, pelatihan, administrasi, atau jaminan. Kalau itu terjadi, berhenti dan periksa dulu lewat alat cek lowongan palsu.
Lihat juga lowongan guru yang sedang dibuka di Lokerin. Melamar gratis, selamanya.
