
Foto Profil untuk CV dan LinkedIn: Kapan Pas Foto Tidak Cukup
Cari kerja jadi mudah di Lokerin.co.id
Pas foto dan foto profil bukan benda yang sama, dan memakai yang salah membuat CV Anda terlihat seperti berkas administrasi.
Pas foto dibuat untuk dokumen. Latarnya polos, ekspresinya netral, dan gunanya memastikan wajah Anda cocok dengan berkasnya.
Foto profil dibuat untuk orang. Gunanya membuat perekrut merasa sudah pernah bertemu Anda sebelum wawancara.
Dua hal berbeda, dan memakai pas foto sebagai foto profil membuat CV Anda terbaca seperti formulir.
Kapan pakai yang mana
| Tempat | Jenis foto |
|---|---|
| Berkas lamaran yang diminta HRD | Pas foto formal |
| Kartu kuning, CPNS, BPJS | Pas foto formal |
| Foto di dalam CV | Foto profil |
| LinkedIn, Jobstreet, profil Lokerin | Foto profil |
| WhatsApp yang dipakai melamar | Foto profil |
Yang membedakan foto profil yang baik
Bahu masuk frame. Pas foto memotong di leher. Foto profil menyertakan bahu, karena itu yang membuatnya terlihat seperti orang, bukan kartu identitas.
Latar boleh tidak polos, asal tidak ramai. Tembok berwarna, tanaman yang tidak fokus, atau ruangan terang semuanya baik. Yang dihindari cuma jemuran, kabel, dan orang lain di belakang.
Ekspresi. Senyum tipis, bukan tertawa dan bukan datar. Ini yang paling menentukan, dan yang paling sering dilewati karena orang terbiasa difoto untuk dokumen.
Pakaian sesuai bidang. Kemeja untuk admin dan kantor. Untuk teknisi, montir, atau produksi, seragam kerja justru lebih meyakinkan daripada kemeja formal yang tidak pernah Anda pakai bekerja.
Bikin sendiri atau difotokan
Untuk foto profil, HP sudah cukup asal ada yang memotret dan cahayanya dari depan. Yang sulit bukan alatnya, tapi memotret diri sendiri sampai dapat ekspresi yang tidak kaku.
Kalau hasilnya terus terasa canggung, difotokan menyelesaikannya lebih cepat. SnapHeaven Studio di Tambun Selatan melayaninya Rp55.000 per orang, sekalian bisa dipakai untuk pas foto formal di sesi yang sama.
Setelah fotonya ada
Pasang di profil Lokerin Anda. Profil berfoto dibuka jauh lebih sering oleh perusahaan daripada yang kotaknya kosong, dan foto itu ikut terkirim otomatis setiap kali Anda melamar. Susun juga CV-nya lewat CV Builder, yang mengambil foto dan data dari profil yang sama.
